'Piala Dunia adalah Ajang yang Di selenggarakan oleh FIFA, Berikut adalah ulasan serta momen-momen bersejarah dalam Piala Dunia.. '
1930: Mimpi Jadi Kenyataan--www.123indo.com
1930: Mimpi Jadi Kenyataan--www.123indo.com
SEPAK bola terus mendapatkan popularitasnya di dunia
pada dekade 1920-an. Ini membuat otoritas sepak bola dunia, FIFA, mulai
bermimpi bagaimana menggelar turnamen internasional sepak bola yang
punya pengaruh besar.
| Agen Bola Piala Dunia 2014 |
FIFA yang diketuai Jules Rimet, sempat memasukkan sepak
bola di Olimpiade 1924 dan dimenangkan oleh Uruguay. Namun, gemanya
masih belum besar. Selain itu muncul konflik siapa yang akan mengatur
turnamen itu, FIFA atau Komite Olimpiade Internasional (IOC).
Kompetisi sepak bola internasional pada 1924 itu
sebenarnya sukses. Maka, FIFA mencoba membuat turnamen sendiri pada 1928
dengan tuan rumah Hungaria. Namun, tak banyak peminat dan hanya empat
tim yang tampil sehingga bisa dikatakan gagal.
Jules Rimet kemudian mengutus Sekretaris Jenderal
Federasi Sepak Bola Perancis (FFF), Henri Delauney. Dia pun mulai
merancang turnamen besar. Dan, pada 1930 impian itu akhirnya terwujud.
Piala Dunia pertama kali itu digelar di Uruguay.
Kenapa Uruguay? Alasannya, karena negara itu juara
bertahan cabang sepak bola Olimpiade. Selain itu, pada tahun tersebut
bertepatan dengan 100 tahun kemerdekaan Uruguay dan negeri itu akan
merayakan besar-besaran.
Untuk menggelarnya, Uruguay melakukan persiapan cukup
serius. Mereka membangun stadion raksasa di ibukota Montevideo. Stadion
Centenario itu kapasitas 95.000 penonton.
Pekerjaan besar ini sempat tertunda karena hujan lebat.
Sampai 5 hari sebelum pembukaan pada 13 Juli 1930, pembangunan stadion
masih belum rampung benar. Namun, stadion itu akhirnya tetap bisa
digunakan untuk gelaran sepak bola terbesar dunia itu.
Sayangnya, banyak negara yang menolak tampil di Piala
Dunia pertama tersebut. Alasannya, mereka tak mau membuang waktu di
kapal menuju Uruguay. Maklum, saat itu transportasi kapal laut lebih
dominan dan pesawat terbang belum banyak.
Tim-tim kuat seperti Italia, Belanda, Inggris, dan
Spanyol memilih absen, Akibatnya, hanya ada empat tim dari Eropa yang
datang, yakni Perancis, Yugoslavia, Rumania, dan Belgia. Bahkan,
kehadiran Rumania pun harus dijemput langsung oleh Raja Carol agar
berpartisipasi.
Namun, tim-tim kuat Benua Amerika banyak yang datang,
seperti Meksiko, Argentina, Amerika Serikat, Cile, Bolivia, Brasil, dan
Paragua. Termasuk tuan rumah Uruguay, Piala Dunia 1930 diiukti 13 tim.
Partai Perancis lawan Meksiko Meksiko menjadi pembuka dengan kemenangan
Perancis 4-1.
Sebagai informasi, tak ada perempat final di turnamen
ini. Juara grup langsung lolos ke semifinal. Meski begitu, Argentina dan
Uruguay yang sangat dominan dan tampil menawan. Di semifinal,
Argentina menghajar Amerika Serikat 6-1. Uruguay menang dengan skor 6-1
lawan Yugoslavia.
Tanggal 30 Juli 1930 menjadi saat paling bersejarah
dalam sepak bola. Final Piala Dunia pertama mempertemukan tuan rumah
dengan Argentina di final. Disaksikan 93.000 penonton, pertandingan
berlangsung seru dan mengesankan.
Di babak pertama, Uruguay sempat unggul lebih dulu, tapi
kemudian Argentina segera mengejar dan unggul 2-1. Sepertinya,
Argentina bakal tampil sebagai juara. Namun, di babak kedua tuan rumah
tampil garang dan mencetak 3 gol, hingga menang 4-2. Uruguay pun
akhirnya tampil sebagai juara Piala Dunia pertama.
Meski Piala Dunia 1930 hanya diikuti 13 tim dan tidak
memakai babak kualifikasi, namun ini menjadi tonggak sejarah besar. Awal
dari pentas akbar sepak bola dunia yang sangat memengaruhi manusia.
1954: Pembalasan Jerman Barat |www.123indo.com|
SWISS mendapat kehormatan sebagai tempat penyelenggaraan
Piala Dunia kelima, dan ajang ini juga menjadi puncak ulang tahun
ke-50 markas FIFA yang berada di Zurich. Negera ini telah mendapat
jaminan turnamen sepak bola antar-negara tersebut usai kongres perang
dunia pertama 1946, dan mereka telah menghabiskan waktu selama delapan
tahun untuk membangun stadion baru sebagai tempat pertandingan.
| Agen Bola Piala Dunia 2014 |
Sebenarnya, stadion-stadionnya kecil dengan daya tampung
yang kecil pula. Tetapi Swiss mampu meraup keuntungan finansial yang
besar, karena mereka pandai memanfaatkan bisnis turnamen ini yang
pastinya sangat menarik minat seluruh pemirsa pecinta sepak bola di
seluruh dunia. Dan, di Swiss inilah untuk pertama kalinya pertandingan
ditayangkan televisi meskipun masih dalam lingkup terbatas.
Pada Piala Dunia Swiss ini, presiden FIFA Rodolphe
Seeldrayers kembali membuat perubahan pada format turnamen. Pria asal
Belgia tersebut mengusulkan agar 16 tim yang tampil dibagi dalam empat
grup yang masing-masingnya dihuni dua tim unggulan yang tidak perlu
harus saling bertarung di fase grup ini. Dan, di babak ini juga
diperkenalkan sistem perpanjangan waktu jika skor pertandingan tetap
imbang.
Di Piala Dunia ini, yang untuk pertama kalinya
terselenggara di Eropa setelah Perang Dunia II, Hungaria menjadi
kekuatan baru yang sangat diperhitungkan. Pasalnya, tim Eropa Timur ini
bermain paling agresif dan menjadi pencetak gol tersubur, yang belum
terjadi di Piala Dunia-Piala Dunia sebelumnya.
Lihat saja perjalanannya menuju babak final. Mereka
tampil sangat beringas untuk menggasak Jerman Barat 8-3, selanjutnya
membantai Korea Selatan 9-0. Tak heran jika Hungaria menjadi favorit
juara. Di sini pula lahir beberapa bintang top seperti Puskas, Kocsis
(menjadi top skor), Hidegkuti dan Czibor.
SITUS JUDI TERPERCAYA |www.123indo.com|
SITUS JUDI TERPERCAYA |www.123indo.com|
Tim lain yang juga menjadi favorit adalah Uruguay karena
mereka masih tidak terkalahkan selama babak penyisihan grup. Ini
merupakan prestasi terbaik sepanjang sejarah Piala Dunia. Negara Amerika
Selatan ini lolos ke perempat final setelah mengalahkan Cekoslovakia
dan Skotlandia.
Di babak delapan besar, terjadi sebuah rekor baru untuk
Piala Dunia ketika Austria bertemu Swiss. Pasalnya tercipta 12 gol, di
mana Austria menjadi pemenang dengan skor 7-5. Sampai sekarang, skor
tertinggi di fase knock-out ini belum terpecahkan.
Sedangkan di partai lain, Uruguay melanjutkan kiprahnya
dengan menggulung Inggris 4-2, begitu juga dengan Hungaria yang
menggilas Brasil 4-2, dalam duel terbrutal yang pernah terjadi di ajang
sepak bola paling bergengsi ini. Pertarungan Hungaria vs Brasil ini
disebut juga dengan "The Battle of Berne", karena tiga pemain
dikartumerah dan pertarungan berlanjut sampai peluit akhir berbunyi.
Sementara itu, Jerman Barat sudah pulih lagi usai disikat Hungaria di
babak pertama, dengan mengalahkan Yugoslavia 2-0.
Uruguay yang untuk pertama kalinya berpartisipasi pada
Piala Dunia yang diselenggarakan di Eropa, memberikan perlawanan gigih.
Dan, pertarungan kedua tim ini berlanjut hingga babak perpanjangan
waktu dan Hungaria keluar sebagai pemenang dengan skor 4-2. Hasil ini
juga mengakhiri rekor Uruguay yang tak terkalahkan sepanjang turnamen
ini.
Sementara itu, Jerman Barat terus menunjukkan grafik
penampilan yang meningkat. Di babak empat besar ini mereka menggelontor
gawang Austria sebanyak enam kali, sedangkan gawangnya hanya kebobolan
satu kali. Alhasil, Jerman Barat pun melangkah ke final dengan modal
kemenangan 6-1 untuk menciptakan final yang sangat bergengsi.
Rupanya, eforia di babak empat besar ini berlanjut
hingga ke final. Tampil dengan semangat berlipat ganda untuk membalas
sakit hatinya akibat dipermalukan pada babak penyisihan grup, Jerman
Barat menang dengan skor 3-2.
Namun, Jerman Barat kembali memperlihatkan mental
juaranya. Tim yang terkenal dengan permainan 'terlambat panas' sehingga
mendapat julukan "tim Panser" ini mampu membalikkan keadaan dengan
mencetak tiga gol balasan, sekaligus memastikan diri untuk pertama
kalinya menggondol trofi paling bergengsi ini. Sebuah pembalasan yang
manis dan sempurna karena berujung pada gelar juara dunia. Sedangkan di
partai perebutan medali perunggu, Austria keluar sebagai pemenang
dengan skor 3-1.
1966: Akhir Penantian "Tiga Singa"|www.123indo.com|
DARI Amerika, Piala Dunia kembali diselenggarakan di
Eropa. Inggris yang sudah menunggu selama 16 tahun sejak berpartisipasi
di turnamen ini, mendapat kesempatan untuk menjadi tuan rumah. Dan,
mereka sangat optimistis bisa mengakhiri penantian untuk merengkuh trofi
paling bergengsi ini setelah menembus perempat final di Cile 1962.
Dengan sejumlah pemain top dan sedang berada di usia
matang, pelatih Alf Ramsey merasa timnya punya potensi untuk
menyingkirkan lawan mana pun. Banks, Moore, Charltons, Greaves, Hurst
dan Hunt, merupakan deretan nama yang menjadi andalan "The Three Lions".
Namun menjelang bergulirnya turnamen ini, panitia sempat
pusing tujuh keliling karena trofi yang diberi nama Jules Rimet ini
dicuri, saat dilakukan pameran pada bulan Maret di Central Hall,
Westminster. Situasi semakin runyam lantaran panitia merasa tak sanggup
untuk membuat trofi baru yang mirip dengan aslinya, yang memang unik
dan sulit ditiru.
Beruntung, di tengah kegalauan itu muncul kabar
menggembirakan. Adalah seekor anjing bernama Pickles, yang memecahkan
persoalan rumit tersebut, satu minggu setelah kasus pencurian itu.
Binatang yang memiliki penciuman paling tajam ini mengendus keberadaan
trofi tersebut di sekitar semak belukar di Norwood, London Selatan.
Ternyata benar, setelah diperiksa ternyata trofi tersebut dibungkus
dengan kertas koran. Alhasil, persiapan turnamen ini bisa berlangsung
lancar lagi. |BANDAR BOLA TERPERCAYA|
Inggris yang mendapat dukungan dari suporter fanatiknya
mengawali kejuaraan ini dengan hasil yang kurang memuaskan karena hanya
bermain imbang tanpa gol melawan Uruguay. Ini membuat mereka banyak
mendapat kritikan. Meskipun demikian, pasukan Ramsey yang tergabung di
Grup A bersama Uruguay, Perancis dan Meksiko tersebut bisa keluar dari
tekanan, dan mereka akhirnya menjadi juara grup, dan lolos ke perempat
final, didampingi Uruguay.
Di Grup B yang dihuni tim-tim keras, Jerman Barat dan
Argentina menjadi yang terbaik, setelah menyisihkan Spanyol dan Swiss.
Di sini lahirlah bintang muda Jerman, Franz Beckenbauer, yang bermain
cemerlang di fase penyisihan grup ini. Dia mencetak dua gol ketika
Jerman mencukur Swiss 5-0.|SITUS JUDI TERPERCAYA-www.123indo.com-|
Argentina yang diperkuat pemain-pemain top seperti
Rattin, Artime dan Onega, mengikuti jejak Jerman Barat karena menjadi
runner-up. Hasil ini terbilang kurang memuaskan, karena mereka
difavoritkan akan menjadi juara grup. Tetapi ketika melawan Jerman,
Argentina hanya bermain imbang 0-0. Kejutan lain di grup ini adalah
tersingkirnya Spanyol, sang juara Eropa. Padahal, "El Matador" datang
dengan membawa seluruh kekuatannya seperti Gento, Suarez dan Del Sol.
Dari Grup C, Brasil sempat mengawali pertandingannya
dengan hasil meyakinkan. Tendangan bebas spektakuler Pele dan Garrincha
membawa "Selecao" menang 2-0 atas Bulgaria. Tetapi juara 1958 dan 1962
ini mendapat masalah besar saat menghadapi Hungaria, karena Pele tidak
bisa tampil lantaran cedera. Sebaliknya, dua bintang Hungaria Florian
Albert dan Ferenc Bene, mencuri perhatian dengan aksi-aksi menawan, yang
membawa negara mereka menang 3-1 atas sang juara bertahan.
Di grup ini, Portugal yang merupakan tim debutan,
menjadi jawara. Eusebio, yang berdampingan dengan Torres, Augusto,
Simoes dan Coluna, membawa tim "Samba Eropa" ini maju ke perempat final.
Bahkan pada pertandingan terakhir penyisihan grup, mereka meruntuhkan
keperkasaan Brasil lewat kemenangan 3-1, untuk memastikan diri menjadi
juara grup. Sebaliknya bagi Brasil, kekalahan ini membuat mereka
tersisih, dan berakhirlah kiprah para pemain top seperti Garrincha,
Bellini dan Orlando.
Kejutan besar juga terjadi di Grup D. Sama seperti
Portugal, Uni Soviet yang sangat solid karena diperkuat Yashin,
Shesterniev dan Porkuyan, juga menyapu bersih tiga pertandingan
penyisihan sehingga mereka menjadi juara grup. Korea Utara pun tak
ketinggalan. Tim debutan Asia yang dikalahkan Uni Soviet 0-3 ini juga
lolos ke perempat final sebagai runner-up grup, setelah menahan imbang
Chili dan menaklukkan Italia 1-0. Inilah kejutan yang paling
mencengangkan dalam sejarah Piala Dunia.
|SITUS JUDI TERPERCAYA| www.123INDO.com
|SITUS JUDI TERPERCAYA| www.123INDO.com
Selanjutnya, Korea Utara yang merupakan tim dengan
materi termuda di Piala Dunia ini, sempat merajut impian untuk masuk
semifinal. Melawan Portugal di perempat final, mereka sudah memimpin 3-0
sampai dengan turun minum. Sayang, di paruh kedua Korea Utara tak
mampu mempertahankannya, ketika Eusebio mencetak empat gol untuk
melengkapi kesuksesan Portugal yang akhirnya lolos dengan kemenangan
5-3--ini juga masih menjadi sebuah sejarah di Piala Dunia, di mana
sebuah tim tertinggal tiga gol, tetapi mampu mengejar dan menang.
Partai lainnya di babak delapan besar, Jerman Barat
menggunduli Uruguay 4-0. Pertandingan dengan skor mencolok ini diwarnai
dengan dua kartu merah yang diberikan kepada pemain Uruguay, sehingga
Jerman Barat tak terlalu kesulitan untuk meraih tiket ke semifinal.
Langkah yang sama dijuga dicapai Uni Soviet. Mengandalkan pertahanan
yang kokoh, tim "Beruang Merah" ini mampu mempertahankan keunggulan 2-1
atas Hungaria dan mereka untuk pertama kalinya mencatat sejarah lolos
ke semifinal.
Sementara itu di London, duel seru dan menegangkan
terjadi antara Inggris vs Argentina. Bermain dengan penuh semangat
karena mendapat dukungan dari suporter fanatiknya, tuan rumah bisa
menjebol gawang Argentina. Geoff Hurst yang menjadi bintang pertandingan
ini, karena dialah yang mencetak gol tunggal ketika pertandingan
tersisa 12 menit, untuk membawa Inggris ke semifinal dan bertemu
Portugal.
SITUS JUDI TERPERCAYA | www.123indo.com |
SITUS JUDI TERPERCAYA | www.123indo.com |
Di babak empat besar ini, muncullah sosok Bobby Charlton
karena permainannya sangat memukau. Ini mungkin menjadi aksi terbaik
Charlton bersama timnas Inggris, karena bintang klub Manchester United
tersebut yang meloloskan Inggris ke final lewat dua golnya, sehingga
mereka mengalahkan Portugal 2-1. Satu-satunya gol Portugal dihasilkan
oleh pemain legendarisnya, Eusebio, lewat titik penalti.
Di semifinal lainnya, Jerman Barat menaklukkan Uni
Soviet 2-1. Di sini Beckenbauer mencetak gol spektakuler, karena
tembakannya dari jarak jauh tak mampu dihalau Yashin, salah satu kiper
terbaik sepanjang masa. Yashin juga kembali harus dua kali memungut bola
dari dalam jaringnya pada pertandingan perebutan tempat ketiga, ketika
Eusebio memborong dua gol Portugal yang meraih kemenangan 2-1,
sekaligus membawanya menjadi top skor--lebih banyak tiga gol dari
striker Jerman Helmut Haller.
Pada partai final, Ramsey membuktikan bahwa prediksinya
benar, yaitu bahwa Inggris menjadi juara Piala Dunia 1964 ini. Bermain
di Wembley yang merupakan stadion kebanggaan negara tersebut, Inggris
tampil penuh gairah.
Namun publik tuan rumah sempat terhenyak ketika Haller
menjebol gawang Gordon Banks pada menit ke-12. Beruntung, hanya
berselang enam menit Hurst berhasil menyamakan kedudukan, ketika dia
dengan sempurna mengonversi umpan Bobby Moore menjadi gol. Skor 1-1
bertahan sampai jeda.
Di babak kedua, tepatnya menit ke-78, Martin Peters
membuat stadion seolah runtuh oleh gemuruh penonton yang bersorak
kegirangan. Striker Inggris ini mengoyak jala Hans Tilkowski yang
membuat Inggris unggul 2-1 dan bertahan sampai menit ke-89.
Dalam waktu yang tersisa, publik Inggris tampaknya sudah
merasa timnya akan menjadi juara dunia dan mereka siap-siap menggelar
pesta. Tetapi, Wolfgang Weber merusak semuanya karena di masa injury
time dia bisa menyamakan skor menjadi 2-2, dan memaksa perpanjangan
waktu.
www.123indo.com -- SITUS JUDI TERPERCAYA
Pada extra time ini, Hurst kembali membuat 96.924 penonton berjingkrak kegirangan karena dia membawa Inggris unggul 3-2, saat pertandingan memasuki menit ke-101. Gol ini juga yang sampai sekarang terus menjadi kontroversi, karena para pemain Jerman Barat menilai bola yang memantul dari mistar, belum melewati garis gawang, meskipun wasit Gottfried Dienst dari Swiss mengesahkannya.
www.123indo.com -- SITUS JUDI TERPERCAYA
Pada extra time ini, Hurst kembali membuat 96.924 penonton berjingkrak kegirangan karena dia membawa Inggris unggul 3-2, saat pertandingan memasuki menit ke-101. Gol ini juga yang sampai sekarang terus menjadi kontroversi, karena para pemain Jerman Barat menilai bola yang memantul dari mistar, belum melewati garis gawang, meskipun wasit Gottfried Dienst dari Swiss mengesahkannya.
Di tengah keraguan kubu lawan tentang gol tersebut,
Hurst membuat gol ketiganya dalam pertandingan itu--satu-satunya
hat-trick di partai final yang sampai sekarang belum disamakan. Pada
menit ke-120, Hurst kembali memaksimalkan umpan Moore dan memastikan
Inggris menang 4-2, dan membuat "The Three Lions" mengakhiri penantian
untuk menyabet gelar juara paling bergengsi di dunia tersebut.
2006: Kemenangan Italia dan Tandukan Zidane
Piala Dunia 2006, menjadi kali pertama bagi Jerman
bersatu sebagai tuan rumah. Jerman yang saat itu masih bernama Jerman
Barat pernah menjadi tuan rumah dan sekaligus menjuarainya pada Piala
Dunia 1974. Besar harapan publik, Jerman bisa mengulang sukses Piala
Dunia 1974. Sayang, harapan tinggal harapan. Tim besutan Jurgen
Klinsmann harus puas meraih perunggu setelah mengalahkan Portugal 3-1.
![]() |
| JOIN US |
Perhelatan Piala Dunia kali ini, hanya mengalami sedikit
perubahan dari Piala Dunia 2002. Juara bertahan, tidak lagi lolos
secara otomatis. Selain itu, babak tambahan waktu 2x15 menit tidak
menggunakan sistem golden goal. ---situs judi terpercaya-- www.123indo.com
Empat negara menjalani debut mereka di putaran final,
yakini, Republik Ceko, Trinidad-Tobago, Angola, dan Togo. Sayang keempat
tim tersebut tersingkir di fase grup. Begitu juga dengan Korea Selatan
semifinalis Piala Dunia 2002, juga ikut tersingkir di fase grup.
Bukan sepakbola namanya jika tidak penuh kejutan.
Ekuador, Swiss, Australia, dan Ghana secara mengejutkan tembus ke babak
16 besar. Sayang, langkah mereka harus terhenti sampai di situ. Ekuador
harus disingkirkan Inggris. Tendangan bebas David Beckham membawa
"Three Lions" ke perempat final.
Australia memiliki kesempatan emas untuk mengalahkan
Italia Pasalnya, Italia bermain sepuluh orang setelah Marco Materazzi
mendapat kartu merah. Namun, pada masa injury time Italia mendapat
hadiah penalti setelah Fabio Grosso dijatuhkan di kotak penalti.
Francesco Totti sukses mengeksekusinya.
Duel antara Swiss versus Ukraina adalah satu-satunya
laga yang membutuhkan drama adu penalti. Ukraina berhasil melaju ke
perempat final setelah tidak satu pun pemain Swiss yang berhasil
mengeksekusi penalti.
Pertandingan antara Portugal dan Belanda menjadi duel
yang paling sengit. Bagaimana tidak, wasit Valentin Ivanov mengeluarkan
16 kartu kuning dan 4 kartu merah. Maniche menjadi pahlawan Portugal
berkat gol yang dicetaknya pada menit ke-23.
Brasil bertemu satu-satunya perwakilan Afrika yang
bertahan, Ghana. Saat itu, Ghana tampil impresif. Meskipun demikian,
Ghana harus mengakui kekuatan sang juara bertahan setelah dikalahkan
0-3.
Jerman, Italia, Portugal, dan Perancis melaju ke
semifinal. Jerman berhasil mengalahkan Argentina lewat drama adu
penalti. Sama halnya dengan Portugal yang menyingkirkan Inggris.
Perancis berhasil menekuk Brasil 1-0. Tentunya duel ini
mengingatkan kita pada partai final Piala Dunia 1998. Saat itu, "Tim
Ayam Jantan" juga sukses mengandaskan "Tim Samba" 3-0. Kemudian, Italia
mampu membungkam Ukraina 3-0. Luca Toni tampil impresif dengan mencetak
sepasang gol.
BANDAR BOLA ONLINE | www.123indo.com |
BANDAR BOLA ONLINE | www.123indo.com |
Untuk pertama kalinya sejak Piala Dunia 1982, babak
semifinal diisi tim-tim Eropa. Pada pertandingan pertama, Jerman
berhadapan dengan Italia. Dukungan penuh publik tidak membuat Jerman
terhindar dari kekalahan. Italia berhasil menggusur "Tim Panser" dengan
skor akhir 2-0. Kekalahan Jerman langsung disambut tangis oleh para
pendukung setianya. Bahkan, Michael Ballack pun terlihat jelas menitikan
air mata seusai laga. Di partai kedua, Zindine Zidane menjadi pahlawan
Perancis dengan gol tunggalnya ke gawang Portugal.
Pada partai final, baik Italia maupun Perancis tampil
penuh gairah. Namun, Perancis memimpin lebih dulu berkat gol Zinedine
Zidane dari titik putih. Italia berhasil mencetak gol balasan pada menit
ke-19. Marco Materazzi berhasil memaksimalkan umpan Andrea Pirlo.
Hasil imbang ini memaksa digelar drama adu penalti. Para algojo tim
Italia sukses menjalankan tugasnya. Namun, tidak untuk David Trezeguet.
Peraih sepatu emas Piala Eropa 2000 ini gagal menaklukkan Gianluigi
Buffon. Alhasil, Italia berhasil mengngkat trofi Piala Dunia untuk
empat kalinya.
Selain kemenangan Italia yang cukp menggemparkan setelah
mereka puasa selama 24 tahun lamanya, aksi Zidane juga lebih
menggemparkan. Bagaimana tidak, tiba-tiba Zidane menanduk dada Materzzi
hingga ia jatuh. Zidane pun langsung mendapat hukuman kartu merah.
Setelah diusut aksi tandukan Zidane tersebut karena dirinya tersinggung
ucapan Materazzi. Saat itu, Materazzi mengejeknya anak haram. ---www.123indo.com -- SITUS JUDI TERPERCAYA








0 comments:
Post a Comment